Pengalaman Membuat Paspor Online di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

paspor-onlineWah gak terasa hampir satu tahun saya tidak membuat post di blog ini, saat ini saya memang sibuk lagi banyak kerjaan, ditambah lagi harus adah dateline yang selesaikan.

Diawali dari keinginan traveling ke luar Negeri, saya berinisiatif ingin membuat paspor dengan jalur Online. Terdengar mudah memang, kita hanya perlu mengisi data yang diperlukan di website imigrasi disini. Tapi tetap saja saat kita nanti datang ke kantor imigrasi akan diperlukan verifikasi data, dan ini sangat membantu saya karena saya sempat mengalami kesalahan memasukkan tahun lahir ­čÖü

Persyaratan yang saya siapkan :

  1. Kartu Keluarga (asli dan fotokopi nya)
  2. Akte Lahir (asli dan fotokopi nya)
  3. KTP (Asli dan fotokopinya) Ukuran A4, jangan dipotong jadi kecil
  4. Struk pembayaran di ATM dan Tanda terima pembayaran yang dikirim ke email.

30 November 2016

Saya mendaftar di website imigrasi dan mengisi semua data yang diperlukan, dan melakukan pembayaran melalui Bank BNI. Lewat ATM ya, tidak bisa lewat internet banking untuk Bank BNI, saya kurang tau kalau untuk pembayaran lewat Bank lain.

Pada saat pembayaran, saya sempat bingung memasukkan nomor permohonan ternyata tidak terdaftar.

ps1

Saya memasukkan Nomor Permohonan di ATM dan ternyata tidak terdaftar.

Saya langsung tanyakan ke teller Bank BNI, dan diperiksa email yang dikirim oleh imigrasi di HP saya, ternyata yang harus dimasukkan adalah Nomor MPN G2, saya tidak tau apa itu MPN G2, hahaha..

Nomor MPN G2 ini yang dimasukkan di ATM pada menu Pembayaran -> Imigrasi.

Nomor MPN G2 bisa ditemukan di lampiran email yang dikirimkan oleh imigrasi setelah melakukan pendaftaran online.

Oke setelah saya melakukan pembayaran lewat ATM BNI, keluarlah struk pembayaran dan langsung melanjutkan langkah pendaftaran onlinenya menentukan kedatangan untuk wawancara dan foto, konfirmasi melalui email. Oiya, struk pembayaran tadi jangan sampai hilang, kalau perlu di fotokopi juga karena sangat dibutuhkan untuk pengambilan paspor kedepannya.

Disinilah saya merasa panik, karena setelah saya mendapatkan email konfirmasi kedatangan, saya ternyata salah memasukkan tahun lahir! yang harusnya 1996 malah jadi 2016. Saya khawatir jika kedatangan nanti data tersebut tidak bisa diubah, apalagi setelah saya mencari info di Google untuk melakukan perubahan data paspor ternyata tidak mudah, haduh..

Salah tahun lahirnya… Oiya ini juga perlu di print/fotokopi ya saat kedatangan dan pengambilan paspor nantinya.

Saya menelpon Kantor imigrasi Jakarta Selatan di nomor┬á(021) 79170912, tidak ada yang angkat dan setelah berkali-kali saya telpon akhirnya ada juga yang angkat. Saya tanyakan kejadian yang saya alami yaitu kesalahan memasukkan tahun lahir, dan dijawablah dengan tenang “Saat kedatangan nanti untuk wawancara dan foto bisa dikonfirmasikan ulang data yang benar”.

Oke saya merasa tenang dengan jawaban CS dari Imigrasi Jakarta Selatan, lalu saya siapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk kedatangan nanti (persyaratannya ada di atas ya ^^)

Pada saat datang ke kantor imigrasi dengan pakaian sopan selain warna putih, kalau saya pakai kemeja disini :D.

2 Desember 2016

Saya datang ke kantor imigrasi Jakarta Selatan di Mampang Prapatan, ya karena kantor imigrasi inilah yang dekat dengan rumah. ┬áKesan pertama saya terhadap kantor imigrasi ini adalah sempitnya lahan parkir, terutama untuk mobil, untungnya saya tidak bawa mobil saat ke kantor imigrasi ini. Saya datang sekitar jam 7 Pagi dan saat itu ternyata┬ásudah cukup ramai, lalu disiapkanlah dokumen yang diperlukan ke tempat pengambilan nomor antrian. Satu kesalahan saya disini, saya tidak mencetak / print dokumen tanda terima yang dikirim melalui email, tapi untungnya CS pengambilan nomor antrian bisa membantu saya dengan memasukkan nomor permohonan untuk mengambil nomor antrian. Sambil menunggu antrian, saya langsung print dokumen tanda terima, untungnya disamping kantor imigrasi ada tempat fotokopi ­čśÇ

Sekitar satu jam menunggu antrian, sekarang giliran nomor antrian saya. Diperiksalah semua dokumen yang diperlukan, ternyata masih ada kesalahan dokumen saya disini. Yaitu fotokopi KTP X_X, fotokopi ktp nya tidak boleh dipotong, jadi fotokopinya itu model penuh kertas A4 tanpa dipotong, lagi-lagi saya beruntung disini karena tidak perlu mengambil nomor antrian ulang atau ditolak pembuatan paspornya. Saya langsung disuruh fotokopi ktp nya dulu yang bener.

Setelah saya fotokopi, langsung saya serahkan kembali fotokopi ktp yang diperlukan dan kasih tau kalau data tahun lahir saya salah. Menunggu sekitar 10 menit langsung bagian pengambilan foto, sidik jari, dan pengecekan ulang data paspor oleh pemohon, selesai. Oiya disini juga diinfokan kapan paspor bisa diambil, karena saya membuatnya pada hari Jumat, jadi paspor saya bisa diambil pada hari Rabu jam 1 Siang (3-4 Hari kerja).

Lucunya disini, saya kira proses “wawancara” akan lebih detail yang saya pikirkan. Ternyata, saya hanya ditanya “Mau kemana?” dan saya hanya iseng jawab “Oh mau ke Singapore atau Malaysia untuk jalan-jalan saja” (padahal gak tau ini mau kemana :v), hahaha, itupun ditanyakan saat saya sudah beres-beres mau pulang.

7 Desember 2016

Untuk pengambilan paspor, hanya diperlukan struk pembayaran yang dikeluarkan ATM dan print out Tanda terima pembayaran yang dikirim ke email.

Saya datang pada jam 11.30 Siang, ya seperti dugaan saya ternyata memang sudah cukup ramai, padahal dijadwalkan jam 1 Siang baru bisa mulai diambil. Silakan ambil nomor antrian dan serahkan bukti dan tanda pembayaran ke tempat nomor pengambilan nomor antrian.

Setelah giliran antrian saya dipanggil, langsung absen pengambilan paspor dan diserahkanlah paspor baru.

Inilah paspor baru saya ^^

Kesimpulan saya dalam membuat paspor online

  1. Mudah, walaupun tetap saja harus datang dan verifikasi data ke kantor imigrasi
  2. Formulir yang diisi online ternyata tidak permanen, masih bisa diubah pada saat verifikasi data
  3. Wawancara yang sangat simpel, saya juga baru tau.. haha
  4. Prosesnya cepat hanya 3 hari kerja saja
  5. Murah dan tidak ada biaya lain selain biaya yang dikirimkan ke email.

Postingan ini hanya untuk berbagi pengalaman membuat paspor melalui online ya, bukan tutorial cara membuat paspor.

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *